Bank Dunia Tetapkan Indonesia Tujuan Investasi Paling Menjanjikan, Ini Alasannya!

Bank Dunia Tetapkan Indonesia Tujuan Investasi Paling Menjanjikan, Ini Alasannya!

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah kondisi ekonomi global yang belum pulih seutuhnya dan masih diliputi ketidakpastian, berinvestasi di negara berkembang menjadi salah satu pilihan tepat.

Selain karena tren lokomotif ekonomi dunia dewasa ini yang telah bergeser ke negara berkembang. Kelompok negara tersebut terbukti menjadi yang paling aktif melakukan perbaikan di sisi ekonominya, terutama sejak krisis keuangan 2008-2009 melanda.

Indonesia dalam hal ini menjadi salah satu negara dari kelompok tersebut yang dianggap menjanjikan bagi investor untuk berinvestasi.

Klaim akan kualitas perekonomian Tanah Air pun tak cuma berasal dari Pemerintah saja. Mulai dari Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe hingga Bank Dunia pun melontarkan pujiannya pada perekonomian Indonesia.

Masih segar di ingatan ketika Trump berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) pada Jumat (10/11) lalu. Seperti dikutip dari BBC.

Dia menyebut bahwa Indonesia selama berdekade-dekade telah berhasil membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola wilayah luas yang terdiri dari 13.000 pulau. "Sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengangkat diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di G20,” katanya.

Pujian Trump tersebut pun diperkuat oleh ucapan Abe pada Minggu (12/11/2017). Kala itu dia melontarkan sanjungan bahwa iklim berbisnis Indonesia saat ini telah mencapai peningkatan yang pesat.

Kata-kata yang dilontarkan oleh dua pemimpin negara maju tersebut seolah memperkuat laporan bank Dunia (World Bank) yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu lokasi yang paling menjanjikan untuk berinvestasi.

“Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kualitas lingkungan bisnis bagi sektor swasta, khususnya dalam tiga tahun terakhir,” kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves, Selasa (14/11/2017).

MENGAPA INDONESIA?

Dalam laporannya yang bertajuk “Why Indonesia & Why NOW”, lembaga yang berbasis di Washington ini menyebutkan sejumlah faktor yang membuat Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara berkembang lain.

Hal itu, menurut Bank Dunia, dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dalam 10 tahun terakhir yakni di kisaran 5%-6%.

Di sisi lain, Indonesia juga memperoleh peringkat utang yang relatif baik dari sejumlah lembaga pemeringkat global, seperti Moody’s Investors Service, Fitch Ratings dan Standard & Poor‘s Global Ratings.

S&P tercatat telah menaikkan peringkat utang luar negeri jangka panjang Indonesia dari BB + menjadi menjadi BBB- atau layak investasi. Sementara itu Fitch memberikan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB-/positive outlook.

Selain itu Bank Dunia juga menyebutkan bahwa Indonesia diperkirakan akan menjadi negara ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2030. Pada periode yang sama jumlah konsumen di negara ini akan tumbuh hingga 135 juta orang dan penduduk usia produktif diperkirakan akan mencpaai 180 juta orang

Di samping itu, apa yang diungkapkan oleh Chaves di atas, terkait perbaikan signifikan dalam lingkungan dan aturan dalam berbisnis tercermin dalam laporan Ease of Doing Business 2017 dan Global Competitiveness Report 2017. Pasalnya Indonesia berhasil mengerek secara siginifikan posisinya di kedua kategori tersebut pada tahun ini.

MENGAPA SEKARANG?

Di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang diliputi sentimen positif tersebut, Bank Dunia pun menyarankan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Tanah Air.

Pasalnya, Pemerintahan Presiden Joko Widodo setidaknya sudah membuktikan janjinya untuk menjadikan sektor infrastruktur sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Bank Dunia pun menyebutkan bahwa saat ini adalah periode di mana pembangunan infrastruktur menjadi yang paling agresif sepanjang sejarah Indonesia.

Kondisi itu ditambah pula oleh kebijakan pemerintah Indonesia dalam memberikan insentif tambahan untuk investasi di bidang industri, pariwisata dan zona ekonomi khusus.

Dukungan juga muncul dari Reformasi fiskal untuk pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang reformasi hukum untuk memudahkan bisnis dan investasi dan kebijakan konkret untuk memberantas korupsi.

Hal itu membuat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Indonesia berada pada level yang tinggi serta keyakinan investor yang semakin kuat untuk berinvestasi di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

SUMBER : finansial.bisnis